Home Mengapa banyak orang yang ragu untuk memulai bisnis?

Mengapa banyak orang yang ragu untuk memulai bisnis?

2.61K viewsBisnis
0

Mengapa banyak orang yang ragu untuk memulai bisnis?

Kawan Kreatif Answered question December 10, 2020
0

Banyak faktor.

  1. Dia masih berharap jadi karyawan. Hatinya belum bulat untuk beralih profesi.
  2. Masih jadi karyawan.ide untuk berbisnis belum sepenuhnya matang.
  3. Bertele-tele hanya banyak rencana.langkah nyata NOL .
  4. Modal.bagi sebagian orang jadi masalah tapi bagi saya tidak terlalu.jika memang niat dan bulat sebenarnya masih ada bisnis NOL biyaya salah satunya : *jadi makelar motor jika yang hobi di otomotif *sales online produk misalkan menjualkan kerudung,mukena,baju dll sesuai tawaran yang datang,jangan pilih-pilih harus bisa mengukur diri dan kemampuan.
  5. Banyak bergaul dengan pebisnis yang gagal sehingga timbul rasa ragu.
  6. Tidak punya jaringan penjualan. BOHONG bukan tidak punya tapi MALES nyari jaringan nya.
  7. Masih cuma OMONG tapi LANGKAH awal belum sama sekali.
  8. Banyak pertimbangan yang belum tentu terjadi yang hanya bersipat menduga duga ,sehingga menimbulkan rasa takut terutama takut RUGI.
  9. MALU ya bagi sebagian orang MALU bisa jadi faktor terlebih jika usaha yang mau di rintis usaha makanan yang mengharuskan berhadapan langsung dengan pembeli. Apalagi jika profesi sebelumnya cukup membanggakan.
  10. Mental bukan di usaha tapi mental pekerja.

Ini yang terjadi di lingkungan saya jadi tidak ada maksud menghakimi menyalahkan siapapun.

Terimakasih,.

Kawan Kreatif Answered question December 10, 2020
0

Jawaban oleh Raditya Manggala (Quora)

Banyak hal yang mungkin membuat seseorang takut untuk memulai sesuatu yang sangat baru dalam hidupnya, diantaranya adalah

  1. Takut bisnisnya tidak dapat menghidupinya
  2. Takut kehilangan uang saat memulai bisnis
  3. Resiko meninggalkan pekerjaan lama karena sudah memiliki keluarga
  4. Dia belum benar-benar paham dengan bisnis yang akan ia masuki
  5. Dia melihat kompetitor yang sudah memiliki banyak pengalaman
  6. Intinya semua hal diatas terjadi karena overthinking

saran saya adalah mulailah sedikit demi demi sedikit setiap hari, bisa jadi saat melakukan hal ini anda justru menemukan peluang bisnis lain yang lebih menguntungkan daripada rencana Anda sebelumnya.

Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan lama Anda saat memulai bisnis, menunggu hingga bisnis Anda menghasilkan profit yang sama dengan gaji Anda juga merupakan keputusan yang baik.

Selalu terapkan aturan No Zero Days, artinya setiap hari harus ada perubahan kecil yang Anda lakukan untuk merintis bisnis Anda.

Jika Anda ragu untuk meninggalkan pekerjaan lama Anda, Anda bisa memulai dengan memiliki waralaba atau memilih instrumen investasi yang Anda sukai, dalam kasus ini saya memilih menanam pohon jati dengan menyewa lahan di perhutani karena saya memang suka menanam pohon sembari piknik di hutan. Anda bisa coba hal lain yang memang benar-benar Anda sukai, bukan ikut-ikutan.

Anda bisa gunakan waktu luang Anda di akhir pekan atau selepas pulang kerja untuk menjalankan usaha sampingan Anda. pada tingkatan ini gunakanlah waktu Anda untuk membangun brand dan mengumpulkan ilmu bisnis dulu, jangan dulu berorientasi mengumpulkan profit.

Tidak semua bisnis memerlukan modal uang dalam jumlah yang besar, sebagai contoh Anda memulai agensi Cleaning Service, yang harus Anda lakukan adalah menemukan orang yang mau bekerja sebagai cleaning service, dan menemukan perusahaan yang membutuhkan jasa Anda.

Bisnis jasa tidak terlalu banyak mengeluarkan modal, namun membutuhkan SDM yang professional, contoh lain Anda bisa membangun agensi jasa desain grafis, agensi sosial media admin, merketing agency, dan sebagainya. intinya adalah mulailah mengembangkan bisnis di bidang jasa.

Kawan Kreatif Answered question December 10, 2020