Home Branding Cara Menentukan Harga Wajar Suatu Produk Kreatif?

Cara Menentukan Harga Wajar Suatu Produk Kreatif?

0 Shares

Sejak memasuki era ekonomi baru, konsep ekonomi kreatif mulai dikembangkan. Sesuai dengan namanya ekonomi kreatid ini memfokuskan pada kreativitas dan informasi yang mengandalkan pengetahuan seta ide yang inovatif.

Tentu saja, konsep ekonomi kreatif ini berdampingan dengan industri kreatif. Namun, tidak menutup kemungkinan industri lainnya juga bisa menerapkan konsep ekonomi kreatif.

Mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana cara menentukan harga atau nilai wajar suatu produk kreatif ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak dulu tentang apa saja ciri dan industri di bidang ekonomi kreatif itu? Berikut ini penjelasannya.

Ciri  Khas Ekonomi Kreatif

Pada pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan bahwa ekonomi kreatif menitik beratkan pada ide kreatif. Artinya kemampuan seseorang untuk merancang suatu produk yang kreatif dan inovatif sangat penting dan memiliki nilai tersendiri.

Berdasarkan pemahaman tersebut, ciri khas ekonomi kreatif adalah sebagai berikut.

  1. Fokus kepada ide dan gagasan yang mengedepankan kreativitas.
  2. Konsep ekonomi kreatif ini bersifat relatif atau tidak mutlak karena didasarkan pada pengembangan ide kreatif.
  3. Membutuhkan kerja sama dari semua pihak dan lembaga.
  4. Produk ekonomi kreatif ini terkait secara langsung dengan konsumen atau pelanggan. Artinya mengikuti tren pasar.
  5. Tren market singkat, namun margin yang didapat dan persaingan tinggi.

Nah, berdasarkan ciri khas ekonomi kreatif tersebut, kita mendapat gambaran bahwa dalam menentukan harga produk kreatif harus disesuaikan dengan tren pasar.

Sektor yang Tepat Dikembangkan untuk Kegiatan Ekonomi Kreatif

Pastinya, setelah mengetahui ciri khas ekonomi kreatif, Anda dapat membayangkan sektor yang tepat dikembangkan di bidang ekonomi kreatif ini. Adapun jenis produknya adalah sebagai berikut.

1. Dunia Periklanan

Sektor pertama yang tepat dikembangkan di era ekonomi kreatif ini adalah dunia periklanan. Hal tersebut karena dunia periklanan merupakan kegiatan kreatif yang mengombinasikan komunikasi, produksi dan pemasaran atau promosi. Pastinya, ide pembuatan iklan tidak muncul begitu saja melainkan membutuhkan riset pasar, perencanaan dan hal lainnya yang berkaitan dengan ide kreatif.

2. Layanan Jasa Desain

Orang yang memberikan jasa desain dinilai merupakan pelaku ekonomi kreatif. Hal tersebut karena jasa desain membutuhkan ide, gagasan dan kreativitas yang tinggi untuk menghasilkan prosuk desain yang bagus. Adapun yang termasuk dalam layanan jasa desain, antara lain: arsitektur, desain produk, desain industri sampai dengan desain grafis.

3. Kerajinan Tangan

Ternyata, kerajinan tangan yang terlihat sederhana juga termasuk dalam industri ekonomi kreatif. Hal tersebut karena kerajinan tangan dihasilkan dari ide kreatif manusia. Adapun produk kerajinan tangan yang termasuk dalam industri ekonomi kreatif, antara lain: kerajinan dari tanah liat, kapur, kayu, kaca, porselin, kain, marmer, kulit, bambu, logam dan tanah liat.

4. Pasar Barang Seni

Memang pasar barang seni ini terdengar asing di telinga kita. Namun, ternyata pasar barang seni ini termasuk dalam industri atau perdagangan di sektor ekonomi kreatif. Nah, mengapa pasar seni termasuk industri ekonomi kreatif? Karena pasar barang seni mengandung nilai estetika yang tinggi, unik dan langka.

5. Fashion

Bukan rahasia lagi, fashion termasuk dalam industri ekonomi kreatif yang patut dikembangkan. Hal tersebut karena fashion berkaitan dengan layanan jasa desain yang fokus pada ide kreatif. Adapun kegiatan fashion yang masuk dalam ekonomi kreatif adalah desain alas kaki, tas, aksesoris dan pakaian.

6. Hiburan

Satu lagi sektor industri ekonomi kreatif yang membutuhkan kreativitas tinggi, yaitu layanan jasa hiburan. Layanan hiburan ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan film, seni pertunjukan, konten video, musik sampai dengan fotografi. Jadi, Anda yang melakukan kegiatan di bidang hiburan dan mendapatkan keuntungan Anda termasuk pelaku industri ekonomi kreatif.

7. Layanan Jasa Pengembangan Teknologi

Selain jasa desain, layanan jasa pengembangan teknologi seperti kegiatan yang berkaitan dengan komputer, teknologi informasi, pengembangan database dan pengolah data termasuk dalam industri ekonomi kreatif. Apalagi saat ini di era serba digital layanan jasa pengembangan teknologi ini banyak dibutuhkan.

8. Penerbitan dan Percetakan

Produk industri ekonomi kreatif yang berkaitan dengan informasi adalah dunia penerbitan dan percetakan. Adapun penerbitan dan percetakan yang dimaksud, seperti: penerbitan jurnal, buku, majalah, tabloid sampai dengan konten digital.  Tidak dapat dipungkiri kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan dan percetakan ini membutuhkan ide dan gagasan kreatif.

Cara Menentukan Harga atau Nilai Wajar Produk Kreatif

Setelah mengetahui produk industri ekonomi kreatif, tentunya Anda bertanya-tanya bagaimana cara menentukan harga atau nilai wajar suatu produk kreatif ini. Adapun cara menentukan harganya adalah sebagai berikut.

1. Menetapkan Harga Berdasarkan Biaya yang Dikeluarkan

Pastinya, suatu ide dan gagasan kreatif tersebut membutuhkan biaya. Nah, biaya yang Anda keluarkan untuk menghasilkan produk kreatif ini harus diperhitungkan sebagai target untuk menentukan harga jual. Perlu diingat, perhitungan yang rinci dapat membantu Anda dalam menentukan harga jual produk Anda.

Memang ide  dan gagasan kreatif tidak terlihat. Namun, ketika Anda mengeksekusi ide tersebut dan menjadikannya suatu produk, hasilnya akan berhasil guna. Umumnya, biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan ide kreatif, seperti biaya riset pasar, tranportasi, listrik, internet dan biaya lainnya yang Anda keluarkan untuk ide kreatif ini.

2. Menentukan Harga dengan Membandingkan Harga Kompetitor

Mungkin menentukan harga dari suatu produk kreatif itu susah. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat menentukan harga jual dengan cara membandingkan dengan harga pesaing atau kompetitor. Adapun caranya sebagai berikut.

  • Jangan menentukan harga jual yang terlalu rendah dari pesaing atau kompetitor produk Anda. Begitu juga sebaliknya, jangan menentukan harga jual yang terlalu tinggi dari kompetitor Anda.
  • Pastikan Anda memahami nilai lebih dari produk yang Anda jual. Jika Anda sudah mengetahui nilai lebih dari produk tersebut, maka Anda akan lebih mudah memasarkan produk ekonomi kreatif tersebut.
  • Hitung juga keuntungan yang ingin Anda dapat sebelum membandingkan dengan harga jual kompetitor Anda.

3. Menetapkan Harga Berdasarkan Permintaan Konsumen

Pastinya, ketika memproduksi suatu produk baik itu berupa barang maupun jasa, Anda memperhatikan permintaan konsumen. Oleh karena itu, saat menetapkan harga jual produk kreatif, Anda juga harus memperhatikan permintaan konsumen.

Adapun cara menetapkan harga produk berdasarkan permintaan konsumen adalah sebagai berikut.

  • Lakukan survei dengan cara meminta konsumen untuk memberikan penilaian terhadap produk Anda. Pastikan, konsumen memberikan pendapatnya dengan jujur tentang kualitas produk Anda.
  • Mintalah pendapat konsumen tentang produk yang Anda tawarkan sesuai dengan harga jual yang telah ditetapkan atau tidak.
  • Lakukan riset pasar tentang harga jual yang diminati konsumen pada produk kreatif yang sejenis.

Tersebut adalah cara menentukan harga atau nilai wajar suatu produk kreatif. Memang menetapkan harga jual produk kreatif agak rumit. Namun jika Anda mengetahui nilai lebih dari produk kreatif Anda, menetapkan harga jual bukanlah hal yang rumit.

Nah, supaya Anda dapat dengan mudah mengetahui dan memahami nilai lebih suatu produk. Pastikan, Anda mempelajari tentang hal-hal yang berkaitan dengan konsep ekonomi kreatif. Perlu diketahui, konsep ekonomi kreatif ini dinilai sangat menguntungkan untuk bisnis di masa depan. Salam sukses.

0 Shares

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here